Minggu, 10 Februari 2013

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Q.S. Al-Ahzab 21)
Assalamu;alaikum Wr. Wb.

"KENGERIAN SAAT MELINTASI SHIRATHAL MUSTAQIM"

Pernahkah kita membayangkan menyeberangi sebuah jembatan yang begitu kecil dan tipis seukuran sehelai rambut dibelah tujuh? Begitulah kira-kira kalau kita mengumpamakan Jembatan Shirthal Mustaqim kelak. Sebuah jembatan yang akan menghubungkan Surga dan Neraka.

"Rasulullah SAW mengumpamakan bahwa sifat titian itu adalah lebih... tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang." (H.R. Ahmad)

Lalu seperti apakah kelak umat manusia dapat melintasinya?
Perjalanan umat manusia di atas Sirathal Mustaqim dapat ditempuh dengan bermacam-macam keadaan. Hal itu tercermin dari bagaimana mereka menghabiskan semua waktunya saat hidup di dunia. Berikut adalah macam-macam golongan manusia yang melintasinya :

- Ada golongan yang dapat melintasinya secepat kilat.

- Ada golongan yang dapat melintasinya seperti tiupan angin.

- Ada golongan yang dapat melintasinya seperti burung terbang.

- Ada golongan yang dapat melintasinya seperti kecepatan kuda lomba.

- Ada golongan yang dapat melintasinya secepat lelaki perkasa.

- Ada golongan yang dapat melintasinya secepat binatang peliharaan.

- Ada golongan yang dapat melintasinya dalam jangka waktu sehari semalam.

- Ada golongan yang dapat melintasinya dalam waktu selama satu bulan.

- Ada golongan yang dapat melintasinya selama bertahun-tahun.

- Ada golongan yang dapat melintasinya selama 25 ribu tahun.

- Ada golongan yang dapat melintasinya dengan tertatih-tatih.

- Ada golongan yang langsung terjatuh ke jurang api Neraka.

Rasulullah SAW bersabda,"Dan diletakkan sebuah jembatan diatas Neraka Jahannam, lalu aku dan ummatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Para Rasul berdoa pada hari itu : "Ya Allah, selamatkan! Selamatkan! Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pohon Sa'dan?"

Para sahabat menjawab,"Pernah, Ya Rasulullah."

Lalu Rasulullah SAW melanjutkan,"Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa'dan, namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka banyak ummat manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia." (H.R. Muslim)

"Suasana pada saat itu sangatlah mengerikan. Suara teriakan, raungan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirath yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah SAW dan Nabi-Nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia :

“Ya Allah, Selamatkan! selamatkan!"

"Ia (jembatan shirath) adalah sebuah jalan yang sangat licin. Dan kaki sulit sekali berdiri di atasnya." (H.R. Muslim)

Bagaimanapun, berhasil tidaknya kita semua saat melintasi Sirath di akhirat ini adalah wujud hasil daripada titian (jalan) hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Buah dari segala apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia. Barangsiapa yang selalu memilih selalu berada di jalan Allah dan senantiasa bepegang teguh dengan syariat Islam, maka sirath di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke Surga. InsyaAllah.

Akan tetapi sebaliknya..
Jika kita jalani hidup penuh dengan kemaksiatan, maka bersiap-siaplah untuk diterkam api Neraka yang berkobar-kobar panas membara.

Na'udzu billahi min dzalik. Rabbana atina fiddun'ya hasanah. Wafil akhirati hasanah. Waqina 'adzabannar.

Marilah sama-sama bertaubat sebelum terlambat. Sebelum ajal datang menjemput.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"JAMINAN KESELAMATAN BAGI ORANG YANG SHOLAT SHUBUH"

Marilah kita menunaikan Shalat Shubuh. Marilah menggapai kemenangan. Marilah tetap istiqamah dalam memulai hari dengan Shalat Shubuh.

Rasulullah SAW Bersabda :

"Barang siapa yang menunaikan Shalat Shubuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Shubuh menjadikan seluruh ummat berada dalam jaminan, penjagaan dan ...perlindungan Allah sepanjang hari.
Barangsiapa yang membunuh orang yang menunaikan Shalat Shubuh, maka Allah akan menuntutnya.
Sehingga Ia (Allah) akan membenamkan mukanya kedalam api Neraka." (H.R. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Betapa beruntungnya kita jika menjalani hidup dengan tidak melalaikan urusan akhirat.

Tahukah kita seberapa besar nikmat akhirat yang Allah janjikan bagi hamba-Nya?

Rasulullah SAW Bersabda :

"Demi Allah, (nikmat) dunia ini jika dibanding (nikmat) akhirat, adalah ibarat orang yang mencelupkan jarinya ke laut. Air yang menetes dari jarinya ketika diangkat itulah nikmat dunia." (H.R. Muslim)

Subhanallah,
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat nikmat tersebut dari Allah SWT.

>>SEKEDAR REFERENSI<<

"MENGENANG KEMBALI KEAGUNGAN RASULULLAH SAW"

Bulan Rabi'ul Awal ini mengingatkan Umat Islam pada kelahiran manusia teragung sepanjang sejarah, yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai penutup risalah langit. Akan tetapi, tidak setiap orang Islam mampu melihat keagungan akhlak nabi akhir zaman tersebut. Banyak generasi muslim justru lebih mengagung-agungkan orang lain yang tidak men...dapatkan "jaminan" dari Allah SWT terkait integritas moralnya sebagai panutan.
Keagungan akhlak Rasulullah SAW memang hanya bisa diteladani oleh orang yang mengharapkan ridha Allah dan mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akhirat serta banyak mengingat (berdzikir) kepada-Nya, baik ketika berdiri, duduk maupun berbaring. Firman Allah SWT:
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah". (QS. Al-Ahzab: 21).

DI MATA NON MUSLIM.

Dalam buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah (1978), penulis non-muslim Michael H. Hart secara fair dan objektif menempatkan sosok Muhammad pada rangking pertama dalam deretan nama-nama lain seratus tokoh yang paling terkenal di dunia. Selain Michael H. Hart, Karen Armstrong pun menulis biografi Muhammad dan mengakui keagungan akhlaknya, kendati dia sendiri seorang Nasrani.
George Bernard Shaw dalam buku Whither Islam menulis, "Saya telah meramalkan keyakinan yang dibawa Muhammad SAW akan dapat diterima hari esok. Saya telah melakukan studi atas Muhammad, orang yang sangat mengagumkan dan menurut saya, ia jauh dari memusuhi Kristen, dia mestinya disebut sebagai Juru Penyelamat Manusia."

Pertanyaannya, mengapa Rasulullah SAW menjadi manusia yang paling agung, baik dalam pandangan manusia, terlebih dalam pandangan Allah? Sejak kecil Allah telah menjaga beliau dari segala perilaku buruk dan terpelihara dari dosa. Allah telah membelah dadanya dan mengeluarkan segala bentuk sifat tercela seperti dengki, pemarah, dan sifat buruk lainya.
Jawaban salah satu isteri Rasulullah SAW, Aisyah, saat ditanya para sahabat terkait akhlak beliau : Kaana Khuluquhul Qur'an, sesungguhnya akhlak Nabi adalah Al-Qur`an. Dengan kata lain, Rasulullah tak ubahnya Al-Qur`an berjalan. Semua perkataan, perbuatan, dan keputusannya berdasarkan Al-Qur`an. Beliau membumikan Al-Qur`an dalam semua aspek kehidupannya. Ini sesuai dengan misi kehadiran Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi alam semesta.

SEBAGAI HAMBA ALLAH.

Nabi Muhammad adalah seorang hamba Allah yang paling ikhlas dalam "mewakafkan" hidupnya untuk-Nya. Misalnya, Rasulullah melaksanakan shalat-shalat wajib di awal waktu dan dengan kehadiran hati. Beliau juga mengerjakan shalat-shalat sunnah setiap harinya. Suatu kali Rasulullah berdiri (shalat) sampai bengkak kedua kakinya. Kepadanya ditanyakan : "Mengapa Anda membebani diri dengan hal yang demikian? Bukankah Allah telah mengampuni Anda dari segala dosa Anda, baik yang terdahulu maupun yang akan datang?" Jawab Rasulullah: "Tidak patutkah saya menjadi hamba Allah yang bersyukur?"
Rasulullah merupakan orang yang paling bertakwa dan paling mengenal Allah, "Sesungguhnya orang yang paling bertakwa dan orang yang paling mengenal Allah adalah saya." (H.R. Bukhari).

Ini terlihat dari lamanya beliau melakukan shalat hingga kakinya bengkak, juga karena beliau sering berdoa kepada Allah memohon rahmat dan ampunan-Nya.

SEBAGAI SUAMI, AYAH DAN KAKEK.

Nabi Muhammad SAW mempersonifikasikan peran dari ayah dan suami yang sempurna. Beliau sangat baik dan toleran terhadap istri-istrinya sehingga mereka tidak bisa membayangkan hidup tanpa dirinya, dan mereka tidak ingin hidup jauh darinya. Rasulullah adalah suami yang sangat lembut dan romantis, serta tidak pernah bertindak kasar terhadap isterinya.
Rumah tangga Rasulullah dipenuhi keindahan, sehingga beliau berkata "Baiti Jannati", Rumaku adalah Surgaku, sebuah lembaran rumah tangga yang sederhana namun indah mempesonakan, bukan dengan kekayaan, bukan dengan kemewahan. Sebuah bahtera pernikahan yang dibangun dengan ketakwaan dan ridha Allah, masing-masing anggota rumah tangga saling menghormati demi tercapainya tujuan bersama: sakinah, mawadah wa rahmah.

Becermin pada Rasulullah SAW , seorang pemimpin rumah tangga yang baik hendaknya bersikap santun dalam memperlakukan istri, tidak memukul di wajahnya, tidak mencela keluarganya, tidak mengusir keluar dari rumahnya, dan tidak membuatnya susah dalam rumah tangga. Seorang suami yang baik tidak harus selalu mengharap istrinya untuk melayani kebutuhannya dalam setiap hal. Sebagaimana Rasulullah, beliau membantu menggiling gandum dan menjahit pakaian beliau sendiri.
Rasulullah juga sosok yang sangat mencintai anak-anak dan cucunya. Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun beliau tidaklah marah, memukul, membentak, dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka. Pernah Rasulullah bermain kuda-kudaan dengan cucunya, Hasan dan Husain. Ketika Rasulullah sedang merangkak di atas tanah, sementara kedua cucunya berada di punggungnya.
Tak jarang Rasulullah SAW menghadapi anak-anak dengan sikap melucu. Bila mendatangi anak-anak kecil, Rasulullah SAW berjongkok di hadapan mereka, memberi pengertian kepada mereka, juga mendoakan mereka. Abu Hurairah pernah menceritakan : "Rasulullah SAW pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Hasan bin Ali. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.
Kisah tentang Rasulullah SAW bersama anak kecil adalah kisah tentang kasih sayang. Beliau memendekkan shalatnya ketika mendengar tangis anak. Karena anak pula, Rasulullah pernah bersujud sangat lama. Begitu lamanya Rasulullah SAW bersujud sampai-sampai para sahabat mengira Rasulullah sedang menerima wahyu dari Allah. Padahal yang terjadi sesungguhnya karena ada cucu yang sedang menaiki punggungnya.

KASIH SAYANG RASULULLAH SAW.

Dalam sejarah peperangan, Rasulullah tidak pernah menyerang, semua perang yang terjadi di zaman Nabi (27 X) karena mempertahankan diri sebagaimana firman Allah :

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Q.S. Al-Baqarah: 190).
Rasulullah di setiap peperangan selalu melindungi perempuan, anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Beliau menaungi orang-orang mukmin dengan sayap kelembutannya. Ketika seorang sahabat meninggal, beliau bertanya kepada para pelayat apakah orang itu punya hutang. Ketika mengetahui dia punya hutang, maka mengumumkan bahwa para kreditur harus datang kepada Rasulullah SAW untuk pembayaran hutang si mayit.
Kasih sayangnya juga meliputi kaum munafik dan kafir. Beliau tahu siapa saja yang munafik, namun tak pernah menyebut mereka, karena hal itu akan menyebabkan mereka kehilangan hak kewarganegaraan yang mereka dapatkan melalui kesaksian dan praktek iman lahiriyah mereka.
Kasih sayang Rasulullah SAW bahkan meliputi hewan. Rasulullah SAW marah betul ketika para sahabat mengambil anak-anak burung dari sarangnya. Ibn Abbas melaporkan saat Rasulullah melihat seorang pria mengasah pisaunya hanya sebentar saja sebelum menyembelih seekor domba, beliau lalu menyindirnya, "apakah engkau ingin membunuhnya berkali-kali?" Rasulullah SAW pun menegur pemilik unta yang tidak memberi makan yang layak sehingga untanya sangat kurus.

SEBAGAI TELADAN.

Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang mendapatkan banyak gelar baik dari Allah maupun dari manusia. Berbagai julukan diberikan kepada beliau atas kesuksesan beliau dalam melakukan misi risalahnya di muka bumi. Beliau berhasil menjadi pemimpin agama dan sukses menjadi pemimpin negara. Selain itu beliau juga berjaya dalam menjalankan berbagai kepemimpinan yang lain, seperti memimpin perang atau memimpin keluarga. Karena itu, sudah sepantasnya umat Islam menjadikannya sebagi teladan yang terbaik.

Cara praktis yang dapat kita lakukan sebagai umat Islam untuk meneladani Rasulullah, di antaranya, sedapat mungkin menjaga amanat yang diberikan oleh Allah kepada kita selaku manusia. Amanat apa pun yang diberikan kepada kita, harus kita lakukan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh sang pemberi amanat. Itu sebabnya, apa pun aktivitas yang kita lakukan, jangan sampai kita menyimpang dari aturan-aturan yang sudah berlaku sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. ***

SEMOGA BERMANFAAT

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"TENTANG TURUNNYA AYAT KURSI DAN KEUTAMAANNYA"

Sahabat Delima yang dirahmati Allah SWT..
Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam setelah Rasulullah SAW Hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Ayat Kursi ini diantarkan oleh beribu-ribu Malaikat.

Dalam hati tentu kita bertanya-tanya. Kenapa Ayat Kursi ini sampai diantarkan beribu-ribu Malaikat? Seberapa istimewa seben...arnya Ayat Kursi ini?

Jawabannya tiada lain karena Ayat ini adalah Ayat paling Mulia yang ada didalam Al-Qur'an. Sehingga para Malaikat pun ikut mengiringi turunnya Ayat ini atas perintah langsung dari Allah SWT.

Karena begitu Agungnya Ayat Kursi ini, sampai-sampai golongan Iblis dan Setanpun begitu gempar serta khawatir karena menganggap Ayat ini adalah sebagai penghalang bagi mereka dalam usahanya untuk menggoda dan menjerumuskan ummat manusia kedalam jurang kenistaan.

Begitu Ayat Kursi ini diterima Rasulullah SAW, maka Beliau segera memerintahkan Zaid bin Tsabit (Sekretaris Nabi) untuk segera mencatat Ayat Kursi ini dan dperintahkan untuk segera menyebarkannya seluruh ummat. Agar secepatnya bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari mengingat betapa besarnya keistimewaan-keistimewaan Ayat Kursi ini.

Berikut teks (LATIN) lengkap Ayat Kursi :

"ALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU. LAA TA'KHUDZUHU SINATUN WALAA NAUMU. LAHU MAA FIS SAMAAWAATI WAMAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASYFA'U 'INDAHU ILLAA BI IDZNIHI. YA'LAMU MA BAINA AIDIIHIM WAMAA KHALFAHUM WALAA YUHIITHUUNA BISYAI IN MIN 'ILMIHI ILLAA BI MAASYAA'. WASI'A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDHA. WALAA YA UUDUHU HIFDHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL 'ADHIIM."

Artinya : "Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal. Lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang ada di depan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Q.S. Al-Baqarah 255)

Ayat Kursi adalah Ayat yang paling Mulia didalam Al-Qur'an sebagaimana disebut dalam Hadits Rasulullah SAW :

"Dari Ubay bin Ka'ab, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya :
"Ayat apakah yang paling agung di dalam Kitabullah (Al-Qur'an)?"
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." sahut Ubay bin Ka'ab.
Maka Rasulullah SAW terus mengulang-ulang pertanyaan tersebut.
Dan akhirnya Ubay bin Ka'ab menjawab,"Ayat Kursi."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Engkau akan dilelahkan oleh ilmu wahai Abu Mundzir (sebutan Rasulullah kepada Ubay). Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya Ayat Kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang selalu mensucikan Al-Malik (Allah) di sisi tiang 'Arsy." (HR. Ahmad)]]

BEBERAPA KEISTIMEWAAN AYAT KURSI

Rasulullah SAW Bersabda : "Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi menjelang tidur, maka Allah SWT akan mengirim (mengutus) Malaikat untuk menjaganya sampai pagi. Dan setan tidak akan mendekatinya (mengganggu) sampai pagi hari." (H.R. Bukhari)

Dalam Hadits lain Rasulullah SAW juga Bersabda : "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai Shalat Wajib, maka tak ada penghalang baginya untuk masuk surga selain kematian." (HR. Thabrani - Nasa'i)

SubhanAllah..

Semoga bermanfaat dan bisa kita diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"AGAR SHOLAT MENJADI LEBIH KHUSYU"

Untuk dapat mencapai sholat khusyu' yang dapat memberikan pengaruh dan manfaat yang sangat banyak kepada yang menunaikannnya bukanlah sholat yang dilakukan dengan sambilan, asal-asalan, seadanya, sekedarnya atau biasa-biasa saja.

Sholat khusyu' itu hanya dapat diperoleh jika benar-benar dilakukan dengan penuh persiapan, ketenangan, kes...ungguhan, kesabaran dan keyakinan serta keikhlasan.

Dengan kata lain sholat itu harus dikelola dengan baik dan benar. Manajemen sholat berarti bagaimana kita dapat memperoleh shalat yang khusyu' dan nikmat dengan berpegang teguh kepada bimbingan Al-Qur’an dan tuntunan sunnah Rasulullah SAW.

Sholat khusyu' itu mudah dengan syarat mengetahui modal dan langkah-langkahnya berikutnya mau mengamalkan dengan niat bersungguh-sungguh.

MODAL UNTUK MENCAPAI SHALAT MENJADI KHUSYU' ADALAH :

✔ Jadikan sholat sebagai kebutuhan bukan sekedar menggugurkan kewajiban.
✔ Ubahlah malas belajar menjadi mau belajar, pelajari dan fahami kembali ilmu sholat.
✔ Ubahlah sholat sebagai sambilan menjadi ada waktu khusus untuk sholat.
✔ Ubahlah kemalasan menjadi kesungguhan untuk melaksanakan sholat dengan khusyu'.
✔ Ubahlah kebiasaan bermaksiat menjadi kemauan untuk bertaubat.

TAHAPAN-TAHAPANNYA :

1. KHUSYU' DALAM PERSIAPAN.

✔ Ketika mendengar Adzan, tanamkan selalu dalam hati dan pikiran bahwa kita butuh Allah dan ingin berterimakasih kepada-Nya.
✔ Segera siapkan diri, hati, pikiran dan waktu untuk mengerjakan sholat.
✔ Mulailah mengerjakan wudhu' dengan sempurna dan dengan penuh ketenangan serta kekhusyu'an.
✔ Persiapkan diri menuju shalat dengan tenang. Gunakan pakaian yang bersih demikian pula tempat sholat harus bersih dan suci, serta hindarkan hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan dan kekhsyu'an shalat sperti : Menon-Aktifkan HP, matikan televisi, radio, dll.
✔ Khusus bagi laki-laki, usahakan mengerjakan shalat di Masjid atau Musholla.

2. KHUSYU' DALAM GERAKAN.

✔ Mulailah berdiri tegak menghadap kiblat kemudian siapkan hati dan pikiran untuk menghadap Allah SWT kemudiaan berniatlah di dalam hati.
✔ Melakukan semua gerakan sholat dengan sempurna persis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
✔ Melakukan semua gerakan dengan tenang dan sempurna.
✔ Pandangan mata tertuju pada tempat sujud (tidak melirik atau menoleh ke kiri atau ke kanan).
✔ Tidak ada gerakan tambahan lain seperti mengaruk dll kecuali diperlukan.

3. KHUSYU' DALAM BACAAN.

✔ Bacalah bacaan sholat dengan benar, jelas, tartil (perlahan-lahan dan tidak terburu-buru).
✔ Terdapat jeda di antara kalimat (Doa atau ayat-ayat Al-Qur'an).
✔ Bacaan lirih (berbisik) dan merendahkan suara, artinya hanya terdengar oleh telinga sendiri.
✔ Tidak ada ucapan atau perkataan lain, selain bacaan sholat, seperti menjawab salam, bergumam, dsb.

4. KHUSYU' DALAM PIKIRAN.

✔ Setiap mulut membaca bacaan shalat maka hati dan pikiran ikut membacanya ( lebih afdhol bila memahami maknanya).
✔ Pikiran dan perhatian terpusat pada bacaan dan gerakan sholat.
✔ Berusaha memahami makna bacaan.
✔ Tidak larut dalam pikiran selain mengingat Allah, gerakan dan bacaan sholat.

5. KHUSYU' DALAM PERASAAN.

✔ Hayati dan resapi setiap bacaan sholat mulai dari takbir sampai salam.
✔ Perbanyaklah membaca tasbih pada waktu ruku' dan sujud serta perbanyaklah doa pada waktu sujud dan sebelum salam. Rasakan seolah-olah sedang berhadapan dan berkomuniksi dengan Allah SWT.
✔ Berusahalah mengamalkan nilai-nilai sholat (syarat, bacaan dan gerakannya) dalam kehidupan sehari-hari.

6. JADIKAN SHOLAT YANG KITA DIRIKAN SEOLAH-OLAH MENJADI SHOLAT YANG TERAKHIR.

✔ Dalam hal ini kita membayangkan bahwa sholat yang kita dirikan sebagai kesempatan untuk menjadi bekal untuk akhirat jika sewaktu-waktu ajal menjemput kita.

"Berbahagialah orang-orang beriman dimana mereka senantiasa khusyu' di dalam Sholatnya."

Wallahu A'lam.
Semoga bermanfaat....

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"JALANI HIDUP DENGAN PENUH KEIKHLASAN"

Ketika kehidupan memberikan seribu masalah untuk membuat kita bersedih dan menangis.
Maka tunjukkan pada Kehidupan bahwa kita punya sejuta alasan untuk berusaha tetap tersenyum.

Tinggalkan masa lalu tanpa penyesalan.
Tinggalkan masa lalu tanpa kesedihan.

... Jalani masa sekarang dengan penuh keyakinan.
Hadapi masa depan dengan penuh harapan.
Songsonglah masa datang dengan penuh kebahagiaan.

Walaupun erjalanan hidup terkadang membawa kita jatuh bangun dalam berbagai cobaan dan kesulitan yang terasa begitu berat.
Terkadang membikin dada terasa begitu sesak.
Bumi yang terhampar begitu luas seakan menjadi sempit.

Maka jangan sampai keadaan tersebut membuat kita berputus asa..
Berusahalah untuk tetap bersabar dalam berbagai macam ujian.

LA YUKALLIFULLAHU NAFSAN ILLA WUS'AHA

Bukankah Allah SWT tak akan membebani setiap hamba-Nya melebihi batas kemampuannya?

Dan ketahuilah..
Sesungguhnya kemenangan itu mengiringi dalam setiap langkah kesabaran.
Jalan keluar beriringan dengan kesulitan..
Dan sesudah kesulitan itu pada akhirnya akan berganti dengan kemudahan..

Hadapilah ketentuan ALLAH dengan tulus dan ikhlas.
Bukan dengan cara bersedih dan gelisah, apalagi sampai kita marah-marah.

Karena apapun itu takdir ALLAH pasti akan terjadi.
Berprasangka baiklah kepada-Nya terutama dengan ketentuannya.
Kita harus pandai-pandai menyikapi hikmah dibalik semua keputusan ALLAH.

Berusaha, berdoa dan Tawakkal adalah kata Kuncinya.

Karena ALLAH SWT selalu bersama orang-orang yang selalu berserah diri kepada-NYA. InsyaAllah..

Semoga bermanfaat & selamat menunaikan Sholat Shubuh.